Senin, 19 Oktober 2009

Sischa VS Aga (Part 2)

Pertempuran antara Sischa VS Aga tak jua berhenti sampai di sini. Pertempuran mereka pun berlanjut dengan lebih seru. Karena kejadiannya sangat seru dan menggairahkan (maksoed loh...).

Kali ini pertempuran mereka tidak berlangsung di saat jam sekolah berlangsung. Tetapi pada saat lagi bimbingan belajar di sekolah sore hari.

Kejadiannya kali ini aku tak tahu dan mengetahuinya dengan pasti. Karena aku tak begitu memperhatikan dan menontonnya dengan duduk terpaku sambil memegang dagu. Hmmm...

Waktu itu sebenarnya yang buat acara beginian tuh Sischa sendiri. Sewaktu aku datang dia tuh lansung bertanya kepadaku. "Yud, barangmu ada yang ilang gag?"begitu Sischa bertanya. Apa??? Barangku??? Kan masih ada tuh dari tadi juga tak bawa pulang (maksoed loh...). "Beneran?"sambungnya.

Lalu setelah jam bimbingan sudah selesai. Dia aku tanya balik,"Sis, barangmu gag ada yang ilang?" Dia juga menjawab tidak. Sampai semua anak-anak pada pulang, dia baru menyadari bahwa kunci motor dia lagi gag ada di tasnya. Busyet dah... Pasti aku yang disalahin... Karena dia ngira pasti aku yang ngumpetin.

Aje gile... Terbukti benar omonganku. Dia tuh mengira bahwa aku yang nyembunyikan. Padahal aku gag berani menyembunyikan barang yang sifatnya penting banget kayak gitu. Aku gag mungkin lah setega itu sama anak cew.

Lalu aku bantu dia nyari. Tak lupa dua temanku, Pipit dan Frury ikut menjari juga. Diobok-obok tuh seisi kelas. Mulai dari laci meja, lemari, sampai kolong meja pun tak luput dari razia. Tapi apa yang di dapat? Nol... Kita semua tak dapat kuncinya.

Lalu aku sarankan dia nyari di tangga barang kali jatuh di situ. Ternyata tak berjumpa jua dengan kunci motor nan imut itu. LAlu datang lah temanku, Efrin. Taaraaa... dia datang bagaikan pahlawan kesiangan. Dengan masih membawa tasnya, dia bilang bahwa kasihan sama Sischa dan berniat untuk membantu emcarinya.

Lalu kita semua kembali ke kelas lagi. Diobok-obok lagi seisi kelas. Sampai-sampai Sischa nelpon emak dan pacarnya sambil histeris gitu... Waduh... emergency sangat nih... Tak lama kemudian, kita semua pun menyerah dan balik ke tempat parkiran motor untuk pulang ke rumah masing-masing. Tapi apa yang ditemukan Sischa??? Kunci motornya ternyata melekat erat di motor dia. Dia langsung aja bilang,"Oooo...aku tau yang nyembunyikan kunciku. Dia tadi tuh habis buka-buka tasku gitu. Dan aku pergoki dia."begitu katanya dengan nada kesal dan pengen marah. Tak lain dan tak bukan pelakunya kata dia adalah Aga. Wah... keluarlah kata-kata mutiara (baca: jorok) dari bibir dia yang bohai itu. Ampun...

Tak lama setelah itu dia bilang makasih sama kita semua karena sudah menemani dia mencari kunci motornya. Dan setelah itu dia langsung ngacir pergi ninggalin kita semua. Soalnya di depan pagar sekolah dia udah ditunggu tuh sama pacarnya. Habis manis, makan yang manis lagi... Hehehehe... :p

5 komentar:

ocky fajzar suryani mengatakan...

hahahaha rese banget si Aga ckckc gak takut kualat apa tuh anakpe

Anaksel mengatakan...

ogak aku cung sing ndilekno, aq saiki ngerti kok ngamuk, gak jelas blas !
gak takon kok langsung ngamuk !
anggetku yo kenek opo bocah iki kok ngamuk & misuh nang aq, ternyata karena iki toh, wis beno ae,,,,,

yuda mengatakan...

@aga: yo q gag teu ga . . . Dia bilange gitu kog . . . Yo jo salahno q . . . Paling gag skrng q udah menceritakannya . . . Entah benar or g, itu aja yg q tau . . . Hehehe . . . Peace . . . :P

poppey mengatakan...

hahahahhaa,,,,

sabarrrrr ,,,,


yeuda : ndul aku lho ge ngrehab dulu blog ku ,,,

ya est gag gelem ngisi yo wes ,,

pancen sengaja tak kosongi ,,
abiz nya ,,

msh pengen rehab dulu ,,,

yuda mengatakan...

@poppey: rehab kok suwi tenan ndul ???

Rumah apa yak???

makanya rehab cepetan, trus isi postingan yang luamayn banyak, paling gag 5 postingan gitu deh minimal.

Okeh...

tak tunggu laporannya...